Selasa, 16 Juli 2013

Momen yang Religius, Saat-saat Bung Karno Shalat di Masjid Amerika

Dalam rangka kunjungan Presiden Soekarno ke Amerika Serikat tahun 1956.
Ketika tiba saatnya shalat, Bung Karno dan rombongan menuju salah satu masjid di sana untuk melaksanakan ibadah shalat.

Foto-foto berikut terasa sejuk kalau kita resapi dalam hati. Oleh karenaitu kita nikmati saja deretan foto di bawah ini, sambil membenamkan imaji sedalam-dalamnya.

Bung Karno, dengan tongkat komandonya berjalan kaki melintasi koridor masjid.





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic

Usai shalat berjamaah, Bung Karno berdoa sejenak. Sejurus kemudian, ia bangkit berdiri lagi untuk kembali melaksanakan shalat sunah dua raka’at.
Anggota rombongan lain, ada yang mengikuti Bung Karno shalat sunnah, ada yang tekun berdzikir, ada pula yang bergerak mundur dan menunggu di luar masjid.





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic

Usai shalat, tak pernah lupa Bung Karno khusyuk berdoa. Tampak di sebelah kiri Bung Karno adalah Roeslan Abdulgani. Diplomat muda, pahlawan pada pertempuran heroik 10 November 1945 di Surabaya. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Luar Negeri, dan termasuk tokoh di balik Konferensi Asia Afrika Bandung yang bersejarah itu. Roeslan Abdulgani wafat 29 Juni 2005 dalam usia 91 tahun.





Image and video hosting by TinyPic

Seperti umumnya jemaah masjid, begitu pula Bung Karno. Di dalam masjid, tidak ada presiden, tidak ada menlu, tidak ada pejabat. Yang ada hanya imam dan makmum. Begitu pula usai shalat, Bung Karno dengan santai duduk di tangga masjid untuk mengenakan sepatu, seperti halnya jemaah yang lain.

Usai shalat, ia kembali melanjutkan protokol kunjungan kenegaraannya. Antara lain menggelar pembicaraan bilateral dengan Presiden Dwight Eisenhower yang dikisahkan 'kurang mesra'.





Image and video hosting by TinyPic





Image and video hosting by TinyPic

"Saya tidak tahu, akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa.
Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat.
Manfaat bagi Tanah Air dan Bangsa, Manfaat Bagi sesama manusia.
Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang.
Sebab Dialah Asal segala Asal,
Dialah “ Purwaning Dumadi/ Sangkan Paraning Dumadi”
[Soekarno, 6 Juli 1957]

Sumber : kaskus.us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar