Rabu, 10 Juni 2009

Antara Bentar di Ufuk Timur dan Desah Hauqolah


Sore itu, Rabu, 10 Juni 2009, biasa, pulang kerja sekitar jam 17.00 Wib. Berhenti di Pos Polisi Bentar. Tidak tahu kenapa, aku ingin sekali mengabadikan panorama indah senja di Bentar, meskipun hasil shot yang kurang bagus (maklum bukan digital camera, hanya sebuah camera dari HP Nokia 3250), namun terasa begitu indah dipandang.
Teringat segala macam persoalan hidup yang tiada hentinya berderas mengalir. Namun, Allah pasti memiliki Sirullah, atau Rahasia Agung dibalik semua problematika hidup para hamba-Nya.
Kembali nafasku berdesah .... Sungguh Indah nian panorama bukit ini, yang hanya sekedar bukit yang terkelilingi dengan "helaian" aspal panas Bentar Raya Kecamatan Gending. Beruntung, bukit ini tersirami dengan sejuknya panorama wisata Pantai yang juga dibentengi dengan hutan mangrove-nya yang cukup lebat.

Sejenak, kuhisap sebatang rokok, melepas lelah, dari seharian bekerja memetik untaian papan kunci yang memang menjadi rutinitasku didepan monitor beradiasi cukup tinggi, yang terkadang terdapat satu unit yang tidak tertutup guard screen.
Sekali lagi, kuhisap ... kuhisap ... kuhisap lagi rokok yang ada diantara jepitan jari telunjuk dan tengah tangan kiriku. Angan pun melayang, teringat sebuah bacaan rohani yang pernah aku renungkan dan sering aku ikhtiarkan di samping ikhtiar duniawi.

Dalam bacaan rohani tersebut, tertulis, bahwa kurang lebih seperti ini :

Setelah Allah menciptakan para malaikat pemikul Arasy, Ia berfirman kepada mereka : "Pikullah Arasy-Ku !!" Tetapi mereka tidak kuat untuk memikulnya. Lalu Allah menjadikan masing-masing malaikat tersebut memiliki kekuatan seperti kekuatan seluruh malaikat yang ada di semua langit tujuh. Lalu Allah pun berfirman kembali kepada mereka, "Pikullah Arasy-Ku !!". Namun apa daya, mereka, para malaikat pemikul Arasy tersebut masih belum mampu memikul Arasy. Lalu Allah kemudian menambah tenaga / kekuatan malaikat tersebut setara dengan gabungan kekuatan para malaikat yang ada di langit dan seluruh manusia yang ada di bumi. Kemudian Allah berfirman kembali, "Pikullah Arasy-Ku!!" Tetapi tetap mereka belum juga mampu untuk memikul Arasy.
Akhirnya, Allah berfirman kepada mereka, "Katakanlah, Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah."

Setelah mereka mengucapkan kalimat Hauqolah tersebut, mereka menjadi mampu untuk mengangkat / memikul Arasy, namun kaki-kaki mereka menjadi terjerembab dan menancap sampai pada lapis bumi ketujuh dan terus melesat seperti kecepatan kekuatan angin, sehingga telapak kaki mereka tidak berpijak, mereka pun menjadi bergelantungan berpegangan terhadap Arasy. Karena terjadi hal seperti tersebut, mereka terus-menerus mengucapkan kalimat Hauqolah itu, dan tidak berani main-main dalam mengucapkannya, karena takut sewaktu-waktu mereka akan jatuh, sementara mereka sedang asyik memikul Arasy.

Dengan demikian para malaikat pemikul Arasy itu, memikulnya dan Arasy pun memikul / menarik mereka (saling tarik-menarik), sehingga masing-masing menanggung beban berat atas kekuasaan Allah SWT.

Lamunanku pun buyar, sesaat setelah bunyi klakson kendaraan truk lewat di depan Pos Polisi Bentar tersebut. Dan aku pun teringat kelanjutan bacaan rohani tersebut bahwa Diriwayatkan, barangsiapa yang berkata / mengamalkan setiap waktu pagi dan sore dengan bacaan HASBIYALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIMI sebanyak 7 kali, maka Allah akan memberikan kecukupan (memenuhi) apa yang dicita-citakan. Menurut riwayat lain, Allah akan memenuhi dan mencukupi apa yang diinginkan, baik mengenai urusan akhirat maupun dunia, dibalik ikhtiar kita yang telah optimal.

Sehingga, aku pun teringat, bahwa senja itu aku pun belum membaca kalimat Hauqolah tersebut yang telah aku baca sebanyak 7 kali pada saat selesai Shubuh, Insya Allah setiap hari.

Sungguh Agung dan Besar Kuasa Allah SWT ......

.

.

.

ARTIKEL TERKAIT ADA DIBAWAH SPONSOR (DIBAWAH INI).

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar