Kamis, 24 Juni 2010

Grup C, Jerih Payah yang Buahkan Hasil dan Grup D, Kemenangan yang Sia-sia

Grup C, Jerih Payah Inggris Buahkan Hasil selain Kejayaan Amerika Serikat.

Setelah di Grup A dan B yang sengit, dominasi Benua Amerika dan Sensasi Taeguk Warriors, muncul lagi kejutan di Grup C dengan menempatkan Amerika Serikat sebagai Juara Grup yang mengalahkan Inggris dalam produktivitas gol, dalam raihan poin yang sama, yaitu 5.
Sedangkan tim yang lain hanya mampu meraih poin 4 (Slovenia, menang, seri dan kalah masing-masing 1 kali) dan poin 1 (Aljazair, seri 1 kali dan kalah 2 kali).

Amerika Serikat yang pada pertandingan terakhir bertarung melawan Aljazair sampai tentukan kemenangan di waktu tambahan babak II, melalui gol semata wayang Landon Donovan di menit 90+1, di Loftus Versfeld Stadium Tshwane/Pretoria, meluapkan kegembiraan yang sangat mendalam karena di tempat lain, di Port Elizabeth Stadium, pun Inggris 'hanya' mampu menciptakan gol hanya dari sepakan Jermain Defoe di menit ke-23 babak I.

Sudah menjadi tradisi pesta 4 tahunan tersebut, bahwa pertandingan terakhir fase grup laksana pertandingan final yang penuh dengan perang urat syaraf, kecepatan, ketangguhan, saling serang, tackle keras, determinasi tinggi, tidak mau kebobolan yang akhirnya menjurus kepada pertandingan yang kasar. 4 kartu kuning dan 1 kartu merah di pertandingan Amerika Serikat kontra Aljazair menjadi bukti betapa kerasnya pertandingan tersebut, juga di pertandingan antara Inggris kontra Slovenia, 4 kartu kuning dilayangkan oleh wasit.

Untuk Inggris, permainan yang masih 'jauh dari harapan', bermain tanpa seorang jenderal lapangan tengah, karena Steven Gerrard masih belum mampu mengemban tugas kapten sekaligus penyuplai bola yang optimal seperti yang pernah ditugaskan kepada Paul Scholes empat tahun yang lalu. Permainan cepat ala kick 'n rush masih mudah dipatahkan oleh pemain-pemain Slovenia karena kurangnya koordinasi di setiap lini. Kelebihan Inggris malam itu ialah cukup tangguhnya tembok pertahanan yang digalang oleh John Terry, dkk. Beberapa kali peluang Slovenia melalui kaki Brecko, Birsa, Novakovic, Ljubijankic masih mampu dipatahkan oleh rapatnya barisan pertahanan dan juga ketangguhan kiper Inggris, David James. Jadi pertandingan berjalan seimbang, namun Inggris lebih kenyang pengalaman, yang akhirnya mengantongi celah kelemahan di barisan pertahanan Slovenia, yang notabene sebenarnya lebih bermain cantik dengan umpan dari kaki ke kaki. Namun Inggris pada babak II akhirnya 'meniru' tipe permainan Slovenia dengan bermain pendek dari kaki ke kaki yang praktis pada Slovenia mampu didikte oleh Inggris.

Untuk Amerika, sebagai sang juara Grup C, bermain lebih tenang daripada Aljazair meski pertandingan berjalan relatif berimbang. Statistik menunjukkan shots on goal Amerika Serikat 22 kali dan Aljazair 19 kali. Sebenarnya kesigapan kiper Aljazair Rais M. Bolhi patut diacungi jempol, berkali-kali tendangan-tendangan pemain Amerika Serikat mentah tidak membuahkan gol karena mampu diblok olehnya. Namun permainan menyerang yang tak kenal menyerah plus dewi fortuna yang menaungi Amerika Serikat akhirnya Landon Donovan pada posisi yang tepat mampu mencetak gol (menit 90+1), hasil bola muntah dari kiper Bolhi.

Klasemen Akhir Grup C.



Grup D, Jerman tetap tangguh dan hambarnya Kemenangan Australia
.

Meskipun Ghana mengalami kekalahan dari Jerman 0-1 di Soccer City Stadium Johannesburg, tetap mampu mengamankan posisi runner-up (menang, seri dan kalah masing-masing 1 kali) grup untuk lolos ke babak perdelapanfinal dengan Jerman sebagai Juara grup D (menang 2 kali dan kalah sekali). Ghana yang unggul selisih gol dengan Australia mampu masih melaju ke babak selanjutnya karena meskipun pada pertandingan lain grup D di Mbombela Stadium Nelspruit, Australia mampu mengalahkan Serbia dengan skor 2-1, jadi kemenangan Australia sangatlah hambar.

Menghadapi Ghana sebagai pemuncak klasemen sementara Grup D dengan raihan poin 4, tidak membuat Jerman bergeming. Permainan taktis dan serangan balik secara sporadis yang ditunjukkan semenjak menit-menit pertama sampai turun minum cukup mampu membuat Ghana kelimpungan mementahkan setiap peluang Jerman. meski bukan tanpa perlawanan, Ghana dengan kecepatan para pemain mudanya mampu meladeni permainan Jerman namun sayangnya setiap peluang terbuang sia-sia karena tidak adanya finishing touch yang bagus.
Akhirnya di babak II pada menit ke-60 Jerman, melalui pemain muda berbakatnya, Mesut Oezil, mampu memecahkan kebuntuan serangan-serangan Jerman yang selalu tidak berujung baik, dengan sepakan kaki kiri yang relatif keras, berhasil menjebol gawang Ghana yang dikawal oleh Richard Kingson dari jarak 28 m. Dengan hanya unggul 1 gol atas Ghana, akhirnya Jerman melenggang ke babak perdelapanfinal dengan raihan poin terakhir 6 dan sebagai juara Grup.

Pada Pertandingan lain, di Mbombela Stadium Nelspruit, keperkasaan Australia kontra Serbia melalui gol Tim Cahill (menit ke-69) dan Brett Holman (73) dan dibalas dengan satu gol dari Serbia oleh Marko Pantelic (84) tetap tidak mampu menolongnya untuk lolos dari fase grup karena terlalu banyak gol kemasukkan yang diderita Australia kala ditekuk Jerman 0-4.

Sebenarnya Serbia bermain cukup bagus, namun banyak peluang terbuang sia-sia karena tidak adanya koordinasi yang bagus di lini depannya. Sedangkan Australia yang bermain cantik, meski masih sedikit kalah dalam beradu serangan tetap mampu menciptakan 2 gol.

Klasemen Akhir Grup D.


Pada babak perdelapanfinal, Juara Grup C, Amerika Serikat akan bertemu dengan runner-up Grup D, Ghana, yang merupakan wakil Afrika pertama yang lolos pada babak sistem gugur sementara ini. Pertandingan akan berlangsung pada 26 Juni di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg.

Untuk babak perdelapanfinal yang lain akan mempertemukan Juara Grup D Jerman dengan runner-up Grup C, Inggris. Pertandingan ini merupakan pertandingan dejavu, namun lebih awal, yang pernah terjadi di tahun 1966, kala Inggris memenangi turnamen di rumah sendiri di partai final Piala Dunia dengan mengalahkan Jerman yang masih berstatus Jerman Barat dengan skor 4-2. Pertandingan akan berlangsung pada 27 Juni di Free State Stadium, Mangaung/Bloemfontein.

Dari Grup A sampai dengan Grup D, dominasi Benua Amerika masih berkibar, yaitu ada Argentina, Uruguay, Meksiko dan Amerika Serikat yang mampu lolos ke babak play-off, sedangkan dari Benua Eropa, sementara diwakili oleh Inggris dan Jerman, sedangkan dari benua Afrika, Ghana dan wakil Asia yang kuat sementara masih Korea Selatan yang lolos.

Kita tunggu kejutan-kejutan selanjutnya !!!

Sumber image : fifa.com

.

.

.

ARTIKEL TERKAIT ADA DIBAWAH SPONSOR (DIBAWAH INI).

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar